SISTEM BUDAYA
Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Budaya menurut Sutherland and Woodward meliputi seluruh cara berbuat di mana seseorang mempelajarinya selaku anggota masyarakat. Termasuk ke dalam budaya adalah pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat-istiadat, peralatan, dan tata cara berkomunikasi.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Budaya bersifat dinamis oleh sebab itu budaya menggambarkan rata-rata kecenderungan perilaku. Budaya mengacu pada keseluruhan dari paduan dari aspek-aspek tersebut. Sebagai sebuah sistem, budaya mengkaitkan perilaku, aturan, sikap, dan nilai secara harmonis satu sama lain. Budaya juga berpotensi untuk berubah. Budaya adalah entitas dinamis yang merupakan hasil interaksi ketat antara perilaku, sikap, nilai, keyakinan, dan norma
Matsumoto and Juang menjelaskan serangkaian faktor yang mampu mempengaruhi suatu budaya.
1. Faktor lingkungan.
2. Faktor kepadatan penduduk.
3. Faktor teknologi.
4. Faktor iklim.
Suatu sistem budaya terdiri dari konsepsi-konsepsi, yang hidup dalam alam pikiran sebagian warga masyarakat, mengenai hal-hal yang harus mereka anggap amat bernilai dalam hidupnya. Karena iu biasanya system budaya berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi keakuan manusia,. Sistem tata kelakuan manusia lain yang tingkatnya lebih konkret, seperti aturan-aturaan khusus, hukum dan norma-norma, semuanya berpedoman kepada sistem budaya itu sendiri.
Sebagai bagian dari adat-istiadat dan wujud dari dari kebudayaan, sistem nilai budaya seolah-olah berada diluar dan diatas diri individu yang menjadi warga masyarakat. Para individu sejak kecil telah diresapai dengan nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakat sehingga konsepsi-konsepsi itu sejak lama telah berakar dalam jiwa mereka. Konsep sistem nilai budaya atau cultural value system yang banyak digunakan dalam ilmu-ilmu social, terutama focus pada kebudayaan dan masyarakat, dan secara sekunder kepada manusia sebagai induvidu dan masyarakat. Sebaliknya, konsep sikap mental atau attitude, banyak dipakai dalam ilmu psikologi yang focus kepada individu dan baru kepada sekunder kepada kebudayaan dan masyarakat yang merupakan lingkungan dari individu.
Menurut kerangka KLUCKHOHN semua sistem budaya dalam semua kebudayaan didunia sebenarnya mengenai 5masalah pokok dalam kehidupan manusia yaitu :
Ø Masalah mengenai hakekat dari hidup manusia
Ø Masalah mengenai hakekat dari karya manusia
Ø Masalah mengenai hakekat dari kedudukan manusia dalam ruang waktu
Ø Masalah mengenai hakekat dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya
Ø Masalah mengenai hakekat dari hubungan manusia dengan sesame
Cara berbagai kebudayaan didunia itu mengkonsepsikan masalah-masalah universal tersebut bias berbeda-beda walaupun kemungkinan untuk bervariasi itu terbatas.
Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing. Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat.
MASYARAKAT BERBUDAYA
Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.
Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor.
· Komunikasi
· Cara dan pola pikir masyarakat
· Faktor internal lain seperti
§ terjadinyakonflik atau revolusi
§ perubahan jumlah penduduk
§ penemuan baru
· faktor eksternal
1. Bencana alam dan perubahan iklim
2. Peperangan
3. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain.
Ada pula beberapa faktor yang menghambat terjadinya perubahan:
1. Kurang intensifnya hubungan komunikasi dengan masyarakat lain
2. Perkembangan iptek yang lambat
3. Sifat masyarakat yang sangat tradisional
4. Ada kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat dalam masyarakat
5. Prasangka negatif terhadap hal-hal yang baru
6. Rasa takut jika terjadi kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan
7. Hambatan ideologis
8. Pengaruh adat atau kebiasaan.
Menurut Paul, mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata yang lainnya Menurut Paul, mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata yang lainnya. Bila tingkat mobilitas sosial tinggi, meskipun latar belakang sosial berbeda. Mereka tetap dapat merasa mempunyai hak yang sama dalam mencapai kedudukan sosial yang lebih tinggi.
Pada masyarakat yang menganut sistem kasta, bila seseorang lahir dari kasta yang paling rendah untuk selamanya ia tetap berada pada kasta yang rendah. Dia tidak mungkin dapat pindah ke kasta yang lebih tinggi, meskipun ia memiliki kemampuan atau keahlian. Karena yang menjadi kriteria stratifikasi adalah keturunan. Dengan demikian, tidak terjadi gerak sosial dari strata satu ke strata lain yang lebih tinggi.
Cara untuk melakukan mobilitas social
· Perubahan standar hidup
· Perkawinan
· Perubahan tempat tinggal
· Perubahan tingkah laku
· Perubahan nama
KESADARAN KOLEKTIF
Integrasi masyarakat terjadi karena adanya kesepakatan di antara anggota-anggota masyarakat terhadap nilai-nilai kemasyarakatan tertentu. Nilai-nilai kemasyarakatan ini lebih lanjut dinamakan oleh Emile Durkheim dengan kesadaran kolektif (collective consciousness). Kesadaran kolektif ini berada di luar individu atau bersifat eksterior, namun memiliki daya penekan terhadap individu-individu sebagai anggota masyarakat. kesadaran kolektif adalah suatu consensus masyarakat yang mengatur hubungan sosial di antara anggota masyarakat yang bersangkutan. Kesadaran kolektif tersebut bisa berwujud aturan-aturan moral, aturan-aturan agama, aturan-aturan tentang baik dan buruk, luhur dan mulia, dsb. Kesadaran kolektif juga merupakan salah satu wujud dari fakta sosial yang berkaitan dengan moralitas bersama. Pada masyarakat bersolidaritas mekanis, kesadaran kolektif ini sangat tinggi, sedangkan pada masyarakat solidaritas organis tidak demikian halnya.
Menurut Ritzer, Volume mengacu kepada jumlah orang yang berada dalam lingkunp jangkauan kesadaran kolektif. Intensitas memperlihatkan seberapa dalam individu merasakan kesadaran kolektif. Rigiditas menunjukkan seberapa jelas kesadaran kolektif itu didefinisikan, dan konten mencakup bentuk kesadaran kolektif pada dua tipe ideal masyarakat. Pada masyarakat mekanis, kesadaran kolektif mencakup keseluruhan masyarakat beserta segenap anggotanya, kesadaran kolektif diyakini dengan intensitas tinggi. Kesadaran kolektif pada masyarakat ini sangat rigid dan kontennya berwatak religius. Sebaliknya, kesadaran kolektif dalam masyarakat organis lebih terbatas pada domainnya masing-masing dan di kalangan masyarakat yang berada di wilayah jangkauan kesadaran kolektif itu saja.
Secara sederhana dapat katakan bahwa pada masyarakat mekanis atau tradisonal, terdapat empat dimensi kesadaran kolektifnya yaitu :
· Volume yang mencakup seluruh masyarakat serta anggotanya
· Intensitasnya tinggi
· Rigiditasnya ekstrim
· Kontennya bercorak religius.
Sedangkan pada masyarakat organis atau masyarakat modern, terdapat juga empat dimensi kesadaran kolektif yaitu :
ü Volume yang hanya terbatas pada domain dan orang-orang yang menjadi cakupan kesadaran kolektif
ü Intensitasnya kurang
ü Kontennya berwatak moral
ü Rigiditasnya tidak ekstrim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar